Ibnu Mulaqqin -rahimahullah- mengatakan: “Aku telah menyebutkan dalam kitab aslinya, di sana ada sekitar seratus hadits atau lebih semuanya berbicara tentang siwak dan hal-hal yang berkaitan dengannya”.
لَوْ لاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِيْ لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِ صَلاَةٍ
Sekiranya aku tidak memberatkan umatku, tentu aku sudah memerintahkan mereka agar bersiwak setiap kali hendak shalat.
Keharusan Bersiwak pada hari Raya (Hari Jumat)
Hari jum’at adalah hari raya ketiga yang dimiliki oleh kaum muslimin, setelah Idul Fithri dan Idul Adha. Pada hari raya pekanan ini Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- menjelaskan:
إِنَ هَذَا يَوْمٌ جَعَلَهُ اللَّهُ عِيْدًا لِلْمُسْلِمِيْنَ، فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ، فَلْيَغْتَسِلْ، وَإِنْ كَانَ طِيْبٌ، فَلْيَمَسَّ مِنْهُ، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ
Sesungguhnya hari ini adalah hari raya yang telah dijadikan oleh Allah untuk kaum muslimin. Barangsiapa yang akan pergi shalat jum’at, maka hendaknya ia mandi, apabila ia memiliki minyak wangi maka hendaknya dia memakainya, dan wajib atas kalian bersiwak”.
Manfaat Melakukan Sunah Nabi Muhammad saw
Jadi Imam asy-Syafi'i berkata, "Bishr al-Hafir, nasehatmu kepada teman-temanmu dan kecintaanmu kepada para sahabatmu dan orang-orang yang melakukan Sunnah, dan karena kau mengikuti Sunnahku."
Sebagaimana dalam hadist sang Nabi (saw) "Barang siapa melakukan Sunnahku di hari-hari akhir ketika orang-orang meninggalkan Sunnah, bahkan bila hanya satu Sunnah, kau akan memperoleh manfaat seperti 100 syahid.
Barang siapa melakukan Sunnahku 'inda fasaada ummattii' akan mendapatkan manfaat seperti 70 syahid, atau 100 syahid.
Apakah Sunnah itu?
Salah satu sunah adalah dengan menggunakan siwak. Jika kau menggunakan siwak sebelum shalat, maka shalat itu menjadi seperti pahala 28 shalat.
Satu kali anda bertasbih kepada Allah dengan diawali siwak, maka dihitung 70X bertasbih. Shalat dengan diawali siwak, akan terhitung 70X shalat. Dua rakaat shalat tahajjud diawali dengan siwak, maka dihitung 140 rakaat tahajjud.
Jika masuk ke rumahmu dengan kaki kanan dahulu, maka kau akan diberikan pahala sebanyak 70 syahid atau jika kau keluar rumah dengan kaki kiri terlebih dahulu, itulah sebuah Sunnah sang Nabi (saw).
Menyingkirkan sesuatu yang dapat menyakiti orang lain dari jalan, itulah Sunnah sang Nabi (saw). Jika kau melakukan 4 raka'at sebelum Zuhur, itulah Sunnah, bahkan jika kau shalat 2 raka'at.
Jika melakukan shalat sunnah Ashar, kau akan diberi pahala seperti 70 syahid. Jika melakukan shalat Ashar tanpa shalat sunnah, kau melakukan kewajibanmu. Tapi jika melakukan shalat sunnah maka kau akan diberi pahala 70 syahid.
Siapapun yang memelihara jenggot akan memperoleh pahala sunah tersebut.
Beliau (saw) berkata, "Semua Ummahku akan memasuki Surga; kecuali yang menolak." "Siapakah mereka yang menolak?" tanya mereka. "Yang mematuhiku akan masuk Surga dan barang siapa yang tidak mematuhiku, lalu dia menolak."
[syafa'atii li ahl-il kabaair min ummatii— Syafa'atku adalah bagi pelaku-pelaku dosa-dosa besar (kabair) dari kalangan umatku. [HR. Tirmidzi]
Saat kita patuh kepada sang Nabi (saw) itu adalah sebuah tanda dari kecintaan kita kepada sang Nabi (saw).
Sang Nabi (saw) berkata, "'Amal apapun yang tidak mengikuti Sunnahku adalah ma'asiyyah". Dan Allah (swt) berfirman dalam Kitab Suci Al Qur'an, "Barang siapa yang mematuhi sang Nabi (saw) maka mematuhi Allah (swt)."
'Qaala Sahl `alaamat hubullah hubb al-Qur'an
Tanda kecintaan kepada Allah (swt) adalah mencintai Qur'an Suci"
Dan tanda kecintaan kepada Qur'an adalah mencintai sang Nabi (saw) dan tanda kecintaan kepada sang Nabi (saw) adalah mencintai Sunnah beliau dan tanda mencintai Sunnah adalah mencintai akhirat dan tanda mencintai akhirat adalah membenci dunya dan tanda membenci dunya adalah mengambil yang paling sedikit- bukan mengejarnya, mengambil semua kesenangan dunya. Jadi, janganlah kalian menjadi serakah. Apa yang telah Allah (swt) berikan kepadamu telah Dia berikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar